Sejarah Sekolah

SMAK St. Hendrikus
SMAK NASIONAL PLUS SANTO HENDRIKUS

          LATAR BELAKANG

          Awal berdirinya SMAK St. Hendrikus digagas oleh dr. Supit dan bapak Mulyadi yang mendapat persetujuan dari Romo H. Massen CM yang prihatin bahwa banyak anak muda katolik yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya ditingkat SMA karena berbagai sebab. Maka pada tanggal 24 April 1981 Yayasan Gereja dan Badan Amal SMTB mengajukan permohonan kepada Walikota Kota Madya Surabaya untuk mempergunakan sebidang tanah diareal Real Estate PT Wisma Mukti. Permintaan ini ditolak, kemudian YGBA-SMTB mengajukan kembali surat permohonan pada tanggal 10 Juni 1981 setelah mendapatkan sebidang tanah yang cocok dilahan pengembang yang sama.
          Permohonan ini disetujui oleh Walikota Surabaya dengan surat nomor : 642/41122/1982 tanggal 16 Februari 1982 yang kemudian disikapi oleh Dewan Paroki dan para aktifis lainnya dalam rapat – rapat antara lain pada bulan April 1982, 4 Juni 1982 dan 2 Juli 1982 yang memutuskan untuk segera membangun SMAK dan melakukan pengalian dana umat dan sponsor yang dikoordinir oleh Ibu Hostiadi dan Ibu Lukito.
Pembangunan tahap pertama dimulai pada tanggal 21 September 1982 yang meliputi gedung berlantai 2 (dua) dengan masing-masing lantai berisikan 6 (enam) ruang belajar, 10 (sepuluh) WC, tempat parkir dan halaman upacara. Gedung sebelah timur dibangun oleh bapak Sunjoyo dan sebelah barat oleh bapak Lukito. Pada tanggal 8 Juli 1983 sekolah dimulai dengan 127 (seratus dua puluh tujuh) orang murid dalam 3 (tiga) kelas. Sekolah ini dinamakan SMAK Santo Hendrikus sesuai dengan nama pelindung pastur yang telah banyak berjasa di Paroki Ngagel ini.

           PENDIDIKAN DIMASA DEPAN

         Pendidikan merupakan salah satu dasar pengembangan Iman Katolik yang terus menerus harus ditingkatkan selaras kemajuan jaman yang berkembang tanpa hentinya. Hal tersebut perlu dicermati dan dilaksanakan secara hati – hati karena apabila dasar Iman Katolik yang didapatkan baik di lingkungan keluarga maupun yang dibina di lingkungan pendidikan kurang, maka hasilnya kaum muda kedepan akan meninggalkan nilai – nilai Iman Katolik dan berjalan dengan tanpa arah yang akhirnya akan merusak moral bangsa dimasa depan.
Oleh karena itu SMAK Santo Hendrikus Surabaya merupakan salah satu benteng terakhir yang dipunyai oleh para umat Katolik di Surabaya terutama umat Paroki Santa Maria Tak Bercela, hendaknya dapat membina dan meningkatkan serta memperkuat Iman Katolik para kawula muda untuk membentuk kaum muda Katolik yang bercita – cita tinggi dan bertanggung jawab terhadap bangsanya serta mempunyai iman yang kuat teguh sebagai tiang soko guru yang teguh dalam menghadapi tantangan bangsa dimasa depan yang bermacam ragam dan amat kompetitif.

         Maka dalam upaya meningkatkan pendidikan iman Katolik, SMAK Santo Hendrikus perlu diadakan upaya peningkatan kualitas dan pembenahan dalam meyelaraskan diri selaras dengan kemajuan dan tuntutan jaman, agar tidak ketinggalan terhadap kemajuan jaman serta dapat menarik minat para kawula muda untuk menuntut pendidikan di SMAK Santo Hendrikus, dengan meningkatkan mutu pendidikan dan sarana pendidikan. Agar anak didik dapat diberi bekal dalam mempersiapkan diri dimasa depan yang amat kompetitif bentuk ragamnya.

          MAKSUD & TUJUAN PENINGKATAN

        Dalam meningkatkan mutu pendidikan, SMAK Santo Hendrikus diperlukan upaya – upaya secara teratur dan maju serta menyelaraskan dengan tuntutan kemajuan jaman, sehingga diperlukan upaya pembenahan kurikuler serta peningkatan mutu para pendidik. Peningkatan mutu pendidikan ini dapat terselenggara apabila sarana pendidikan berupa ruang kelas, laboratorium, ruang olahraga serta ruang latihan lainnya yang nyaman dan memadai untuk melaksanakan proses belajar – mengajar.
Maka diperlukan peningkatan dan perbaikan sarana mutu pendidikan di SMAK Santo Hendrikus agar setara dengan sekolah – sekolah Katolik lainnya sekaligus meningkatkan sarana tempat peribadatan. Karena komplek SMAK Santo Hendrikus yang terletak di Jalan Arif Rachman Hakim Surabaya sekaligus juga merupakan sarana tempat ibadat Ekaristi umat Katolik di Stasi Santo Agustinus.

Show Buttons
Hide Buttons